Pemko Pekanbaru Gratiskan Seragam Sekolah, Orang Tua Hemat hingga Rp1,5 Juta

14 Agustus 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus menggenjot pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi warganya. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah upaya mewujudkan pendidikan gratis, termasuk pembebasan biaya seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (14/8/2026), mengatakan, berbagai pembangunan infrastruktur saat ini terus dilakukan. Pembangunan itu mulai dari perbaikan jalan, sekolah, fasilitas umum, halte, gapura, hingga penataan pasar.

“Dalam waktu dekat, Pemko Pekanbaru akan terus melakukan pembangunan. Beberapa infrastruktur sudah kami bangun, baik jalan, perbaikan sekolah, maupun fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemko menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi warga. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian kini mulai diperbaiki.

“Contohnya halte, gapura, termasuk jalan-jalan yang sedang kami perbaiki. Hal-hal yang dulu tidak pernah terasa, sekarang mulai kami benahi. Pasar juga sedang kami tata,” ucap Agung.

Di sektor pendidikan, Pemko Pekanbaru tengah bekerja keras untuk mewujudkan sekolah yang benar-benar gratis bagi warga. Untuk mempercepat program tersebut, ia meminta Abdul Jamal kembali memimpin Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Salah satu beban yang masih dirasakan orang tua siswa adalah biaya pengadaan seragam sekolah. Dalam praktiknya, orang tua dapat mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan seragam anak.

“Satu anak itu, orang tuanya bisa mengeluarkan uang sampai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Hari ini, biaya seragam sekolah sebesar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta itu kami gratiskan untuk siswa SD dan SMP se-Kota Pekanbaru,” sebut Agung.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemko untuk mengembalikan manfaat pembangunan kepada warga. Diharapkan, kebijakan itu dapat meringankan beban orang tua, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

“Kami gratiskan. Tujuannya agar uang yang dikumpulkan pemko dari rakyat dikembalikan kepada warga. Sehingga, mereka juga merasakan keringanannya,” tutup Agung.