Pemko Pekanbaru dan KPA Perkuat Edukasi HIV/AIDS Melalui Sosialisasi Bersama Nakes

13 Juni 2026
Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS oleh KPA dihadiri Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto bersama seluruh kepala puskesmas dan Dokter VCT di Aula Dekranasda pada 11 Juni 2026. Foto: Istimewa.

Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS oleh KPA dihadiri Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto bersama seluruh kepala puskesmas dan Dokter VCT di Aula Dekranasda pada 11 Juni 2026. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi bersama seluruh kepala puskesmas serta dokter Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Aula Dekranasda Kota Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, KPA bersama pemko akan terus mendorong tenaga kesehatan (nakes) untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang baik kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak HIV/AIDS. Masyarakat perlu terus diingatkan agar menjaga kesehatan dan menghindari berbagai perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV/AIDS

Upaya pencegahan tersebut membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Agar, angka kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru dapat terus ditekan.

"Hari ini, kami bersama KPA melaksanakan sosialisasi dengan seluruh kepala puskesmas dan dokter VCT se-Kota Pekanbaru. Tujuannya untuk mendengar secara langsung fakta dan kondisi yang terjadi di lapangan," ujar Markarius.

Penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri. Tetapi, penanggulangan HOV/AIDS memerlukan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga medis, maupun komunitas yang bergerak di bidang ini.

Dalam forum tersebut, Sekretaris KPA Kota Pekanbaru Ferlan Niko memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tengah masyarakat. KPA telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi bersama pengurus Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM), kader posyandu, komunitas pemuda, serta berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). KPA akan terus berupaya menjangkau berbagai elemen masyarakat guna memperkuat sinergi dalam penanggulangan HIV/AIDS.

"Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dan mendengarkan berbagai masukan dari seluruh pihak. Penanggulangan AIDS membutuhkan keterlibatan bersama agar program yang dijalankan dapat lebih efektif dan tepat sasaran," katanya.

Kegiatan sosialisasi dan rapat koordinasi tersebut berlangsung tertib dan lancar hingga akhir acara. Melalui kegiatan ini, Pemko Pekanbaru dan KPA berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas masyarakat dapat semakin kuat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.