Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mulai mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran melalui program inspeksi dan perbaikan instalasi listrik di kawasan permukiman padat penduduk. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya angka kebakaran yang mengalami kenaikan signifikan di Kota Pekanbaru yang dalam setahun terakhir.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin usai inspeksi instalasi listrik rumah warga di Gang Kopi I, Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Selasa (2/6/2026), mengungkapkan, jumlah kejadian kebakaran meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 80 persen kejadian kebakaran bersumber dari masalah kelistrikan.
"Karena itu, kami perlu mengambil langkah mitigasi sejak dini. Agar, risiko kebakaran dapat ditekan," ujarnya.
Dalam sistem kelistrikan, terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas. Jaringan listrik hingga meteran pelanggan menjadi kewenangan PLN. Sedangkan instalasi listrik dari meteran ke dalam rumah merupakan tanggung jawab pemilik rumah.
Kawasan padat penduduk dengan kondisi ekonomi masyarakat yang terbatas menjadi perhatian utama Pemko Pekanbaru. Terlebih lagi, banyak wilayah yang memiliki akses jalan sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi saat terjadi musibah.
"Jika kebakaran terjadi di kawasan seperti ini, risiko penyebarannya sangat tinggi karena akses mobil pemadam kebakaran terbatas. Oleh sebab itu, kami melakukan mitigasi dengan memperbaiki instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran," jelas Ami, sapaan akrabnya.
Pada tahap awal, program tersebut menyasar 100 rumah yang berada di lokasi prioritas. Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, yakni kawasan padat penduduk, masyarakat kurang mampu, serta wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.
"Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah menginstruksikan seluruh camat untuk mendata dan melaporkan wilayah yang memenuhi kriteria tersebut. Selanjutnya, data akan dihimpun dan diverifikasi oleh Pemko Pekanbaru melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) sebagai organisasi perangkat daerah yang memimpin program tersebut," sebut Ami.
Pelaksanaan program juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta instansi terkait lainnya. Hal ini guna menyusun skala prioritas penanganan.
"Kami mendahulukan masyarakat kurang mampu, kemudian kawasan padat penduduk, dan wilayah yang sulit diakses mobil pemadam kebakaran. Itu menjadi prioritas utama hingga akhir tahun," ucap Ami.
Warga yang tergolong mampu tetap akan mendapatkan layanan inspeksi instalasi listrik. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penggantian sebagian maupun seluruh instalasi, biaya perbaikannya menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
"Untuk masyarakat yang masuk kategori mampu, inspeksi tetap kami lakukan. Hanya saja, jika diperlukan penggantian material atau instalasi, pembiayaannya ditanggung oleh pemilik rumah. Sementara bantuan pemerintah difokuskan kepada masyarakat kurang mampu," terang Ami.
Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap dapat mengurangi risiko kebakaran yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan. Selain melindungi keselamatan warga, program tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi kerugian materi yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Program perbaikan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Pemko mengedepankan upaya peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.