Pemko Pekanbaru Bahas Skema BTS dan e-BRT Bersama Pemerintah Inggris

11 Februari 2026
Plt Kepala Dishub Pekanbaru Masykur Tarmizi. Foto: Surya/Riau1.

Plt Kepala Dishub Pekanbaru Masykur Tarmizi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama pemerintah Inggris melalui tim Future Cities Infrastructure Programme (FCIP). Rapat ini membahas pengembangan transportasi perkotaan. 

Salah satu agenda utama rapat adalah pembahasan rencana perubahan skema pengelolaan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Perubahan skema pengelolaan itu dari sistem swakelola menjadi skema Buy the Service (BTS).

“Rapat ini membahas rencana Pemko Pekanbaru untuk mengubah skema pengelolaan bus Trans Metro dari swakelola ke skema BTS,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi, Rabu (11/2/2026).

FCIP akan memberikan dukungan teknis dalam penyusunan skema kerja sama serta regulasi yang diperlukan dalam penerapan sistem BTS tersebut. Agar, pengelolaan bus TMP dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, kerja sama dengan FCIP juga diarahkan untuk perencanaan jangka panjang pengembangan electric Bus Rapid Transit (e-BRT). Dalam program tersebut, FCIP akan mendampingi pemko mulai dari penyusunan skema pembiayaan hingga perencanaan teknis.

“Untuk pengembangan e-BRT, FCIP akan membantu secara teknis, mulai dari skema pembiayaan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga aspek pendukung lainnya,” jelas Masykur.

FCIP merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Inggris yang bergerak di bidang pengembangan infrastruktur perkotaan. Ke depan, Pemko Pekanbaru juga berharap adanya dukungan dan bantuan lanjutan dari pemerintah Inggris dalam mendukung transformasi transportasi publik di Kota Pekanbaru.

“Harapan kami, kerja sama ini dapat mendorong sistem transportasi publik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Pekanbaru,” pungkasnya.