Pemko Pekanbaru Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah, Tekan Beban TPA dan Biaya Pengangkutan

27 April 2026
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan kota, khususnya melalui pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Kontribusi masyarakat tidak harus dalam bentuk besar, melainkan cukup dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah di rumah. 

“Kami berharap dukungan masyarakat dalam membangun Kota Pekanbaru. Tidak perlu memikirkan hal besar, cukup dengan memilah sampah dari rumah masing-masing. Itu sudah sangat membantu,” kata Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Senin (27/4/2026).

Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah berbenah, terutama di sektor kebersihan. Masa depan Pekanbaru sangat ditentukan oleh perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Jika rumah tangga bersih, maka Pekanbaru juga akan bersih. Ini menjadi kunci utama,” ujar Markarius.

Kini, program pemilahan sampah mulai diterapkan dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik dan kertas, dapat didaur ulang melalui bank sampah.

“Bank sampah ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Bahkan minyak jelantah pun bisa mereka manfaatkan,” ungkap Markarius.

Dalam waktu dekat, Pemko Pekanbaru akan meresmikan sepuluh gerai bank sampah digital. Hal ini guna mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sampah yang dapat didaur ulang. Salah satu contoh gerai Waste Station telah tersedia di depan kediaman Wali Kota di Jalan Ahmad Yani.

"Saya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan mengumpulkan barang-barang bekas yang tidak terpakai dari rumah. Jual barang bekas tersebut ke lokasi yang telah disediakan," pinta Markarius.

Pemilahan sampah dari rumah dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga sekitar 30 persen. Selain itu, langkah tersebut juga berdampak pada penghematan biaya pengangkutan yang ditanggung pemko selama ini.

“Jika sampah dipilah dari rumah, sebagian bisa dijual dan menghasilkan uang, sekaligus mengurangi beban biaya pemko. Ini bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam pembangunan Pekanbaru,” tutupnya.