Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Pasien ISPA Tembus 400 Orang per Hari
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru setelah kualitas udara sempat membaik akibat hujan yang mengguyur beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini kembali menjadi perhatian karena mulai berdampak terhadap kesehatan warga.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar usai membuka Forum Penguatan Kemitraan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Media Massa di Hotel Batiqa, Senin (14/9/2026) siang, mengatakan, kabut asap yang kembali muncul bukan berasal dari titik panas di wilayah Pekanbaru. Asap tersebut merupakan kiriman dari sejumlah kabupaten dan kota dan provinsi tetangga di bagian selatan yang masih dilanda kebakaran lahan.
"Karena kondisi kita saat ini sudah tidak ada hotspot. Asap ini mengikuti arah angin dari selatan, maka hilang timbul. Kadang ada, kadang tidak. Kalau hujan, nanti bersih. Kalau tidak hujan, muncul lagi," ujarnya.
Kondisi tersebut sangat dipengaruhi arah angin dan curah hujan. Ketika hujan turun, kualitas udara cenderung membaik.
Jika hujan tidak turun, kabut asap dari wilayah selatan kembali terbawa angin ke Pekanbaru. Guna mengurangi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker.
"Yang masih beraktivitas di luar rumah, pakai masker. Tujuannya supaya kesehatan terjaga," ucap Markarius.
Imbauan tersebut penting. Hal ini mengingat paparan kabut asap dapat memengaruhi kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Bahkan, dampaknya mulai terlihat dari peningkatan jumlah warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan laporan dari 21 puskesmas, jumlah pasien dengan keluhan saluran pernapasan mengalami peningkatan cukup signifikan.
"Biasanya hanya 170 orang sehari. Sekarang sampai 400 per hari terkait dengan pasien yang berkaitan dengan saluran pernapasan," ungkap Markarius.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan beban pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan, kabut asap ini cepat hilang.
