Dari Modal Rp3 Juta hingga Miliaran Rupiah, Kisah Sukses UMKM Jadi Inspirasi Pemko Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Seluruh sekolah dan instansi di lingkungan Pemko Pekanbaru untuk turut mempromosikan kue talam ketan durian sebagai salah satu ikon kuliner khas daerah. Setiap kegiatan resmi yang digelar sekolah maupun instansi pemerintah diharapkan dapat menyajikan kue talam ketan durian sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat identitas kuliner Kota Pekanbaru.
"Kami ingin kue talam ketan durian menjadi ikon kuliner Pekanbaru. Karena di balik kuliner ini terdapat kisah sukses pelaku usaha lokal yang mampu berkembang dan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (12/6/2026).
Pengangkatan kuliner khas daerah sebagai bagian dari identitas Pekanbaru bukan tanpa alasan. Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat, sektor kuliner juga terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Keberhasilan sejumlah toko oleh-oleh ternama di Pekanbaru, seperti Insyira, Viera, dan Nadhira Napoleon, yang berkembang dari usaha sederhana menjadi bisnis besar dengan omzet yang signifikan," ujar Agung.
Banyak masyarakat yang mengira tiga para pemilik usaha toko oleh-oleh ini tersebut berasal dari keluarga berada. Padahal, sebagian besar memulai usaha dari modal yang sangat terbatas.
"Salah seorang pelaku usaha memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp3 juta. Awalnya mereka hanya menjual produk milik orang lain. Kemudian, perlahan mengembangkan usaha sendiri hingga menjadi toko oleh-oleh besar seperti sekarang," jelas Agung.
Keberhasilan para pelaku usaha tersebut membuktikan bahwa kerja keras, kreativitas, dan ketekunan dapat mengubah usaha kecil menjadi bisnis yang bernilai besar. Bahkan, sejumlah pelaku usaha oleh-oleh mampu memiliki aset bernilai puluhan miliar rupiah dan terus mengembangkan jaringan usahanya hingga kini.
"Mereka tidak hanya membangun usaha sendiri, tetapi juga membuka peluang bagi ratusan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Setiap toko oleh-oleh dapat menampung ribuan jenis produk dari berbagai pelaku usaha lokal," sebut Agung.
Keberhasilan tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi ekonomi Pekanbaru sebagai kota perdagangan dan jasa. Tingginya aktivitas ekonomi serta daya beli masyarakat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk berwirausaha.
Agung juga menyoroti pesatnya pertumbuhan berbagai usaha kuliner, kedai kopi, dan jaringan bisnis nasional yang memilih Pekanbaru sebagai lokasi pengembangan usaha. Kondisi itu menjadi bukti bahwa Pekanbaru memiliki pasar yang menjanjikan bagi para pelaku usaha.
Ia berharap generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Tetapi, ia juga berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui berbagai usaha kreatif dan inovatif.
"Kamj ingin anak-anak muda melihat bahwa ada banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. Dengan kreativitas dan kerja keras, mereka bisa menjadi pengusaha sukses serta ikut menggerakkan perekonomian daerah," tutupnya.