900 Kilometer Drainase Dinormalisasi, Pemko Pekanbaru Serius Tangani Banjir
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menargetkan normalisasi saluran drainase sepanjang 900 kilometer pada tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi drainase agar kembali optimal dan saling terhubung, sekaligus sebagai upaya menekan risiko banjir di sejumlah wilayah rawan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (6/2/2026), menyampaikan, normalisasi drainase menjadi salah satu program prioritas pemko dalam penanganan banjir. Normalisasi akan dilakukan sepanjang 900 kilometer, sekaligus membersihkan sedimen di drinase.
Pekerjaan normalisasi drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu. Pemko juga melibatkan seluruh kecamatan untuk melakukan pembenahan saluran drainase yang tidak berfungsi secara optimal di wilayah masing-masing.
"Normalisasi tersebut tidak sebatas pada pembersihan sampah, tetapi juga mencakup pengangkatan sedimen serta penambahan kedalaman parit. Agar, aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan genangan," kata Agung.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyebutkan, sektor drainase menjadi fokus utama pekerjaan pemko pada tahun ini. Anggaran yang dialokasikan cukup besar, sekitar Rp100 miliar.
Saat ini, pemko tengah melakukan pendataan ulang wilayah rawan banjir. Tim gabungan dari Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) melakukan pemetaan terhadap saluran drainase yang dinilai tidak berfungsi dengan baik.
Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan berpedoman pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh Pemko Pekanbaru. Tahapan pekerjaan dimulai dari pembenahan parit dan saluran drainase berukuran besar. Kemudian, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan drainase skala kecil di lingkungan permukiman warga.