Sempat Bertanya-Tanya, Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Air Dingin Pekanbaru Mulai Mengerti Soal 3 Jenis Bantuan dari Pemerintah

8 Mei 2020
Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Air Dingin Air Suhardi. Foto: Surya/Riau1.

Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Air Dingin Air Suhardi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Penolakan bantuan sembako sempat dilakukan Forum Ketua RT dan RW Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Marpoyan Damai, karena tak sesuai data yang diberikan. Apalagi, bantuan sembako dari Pemko Pekanbaru dinilai terlambat disalurkan ke masyarakat terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).

Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Air Dingin Air Suhardi usai pemberian tanda di rumah warga miskin dan menerima sembako dari Pemko Pekanbaru, Kamis (7/5/2020), mengatakan, ia bersama ketua RT dan RW  Kelurahan Air Dingin mengucapkan terima kasih kepada wali kota dan jajarannya yang telah memberikan perhatian khusus. Selama ini, Forum RT dan RW selalu bertanya-tanya soal bantuan sembako yang terlambat.

"Setelah dijelaskan satu per satu, kami mulai mengerti. Bahwa kita ada bantuan dari pusat, provinsi, dan kota. Informasi ini akan disampaikan kepada seluruh RT dan RW," ujarnya.

Sementara itu, warga yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka dananya dikirim ke rekening. Jadi, ketua RT dan RW tak lagi mengantarkan bantuan itu. 

"Sedangkan bantuan lain berupa beras dan lain-lain, nanti juga akan dikoordinir oleh RT dan RW," sebut Suhardi.

Untuk diketahui, Kelurahan Air Dingin ini berada di seputaran Kampus Universitas Islam Riau (UIR). Dampak Covid-19 sangat luar biasa.

"Para pedagang di empat RT itu sangat terdampak secara ekonomi. Contohnya, ada mahasiswa yang membuka rumah makan dengan pendapatan antarabRp3-4 juta setiap hari. Karena terdampak Covid-19, usahanya tutup total," ungkap Suhardi.

Sementara, listrik, sewa warung harus dibayar. Karyawan tetap digaji.