Proyek IPAL Jadi Musibah Bagi Pedagang di Kecamatan Sukajadi, Omzet Menurun Tajam
Proyek IPAL di Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Rabu (4/12/2019). Foto: Riau1.
RIAU1.COM -Penyempitan jalan di sekitar proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tengah dibangun di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi, sangat mengganggu lalu lintas kendaraan. Kemacetan terjadi saat jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.
Pantauan pada Rabu (4/12/2019) pagi, persimpangan di simpang lampu merah Jalan Teratai dan Jalan Ahmad Dahlan. Antrian kendaraan mengular.
Penyempitan jalan akibat proyek IPAL membuat jalan yang hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat saja. Karena, lebar jalan kurang dari 3 meter.
Ditambah jalan yang bergelombang akibat timbunan proyek di tengah jalan hal ini menambah kemacetan. Karena, kendaraan hanya bisa berjalan kurang pelan.
“Parah, entah kapan selesainya proyek ini,” ujar Ardi (37), salah seorang pengendara.
Sementara itu, salah seorang pedagang sarapan pagi, Heri (42), saat ditemui mengatakan, proyek di perempatan simpang Teratai tersebut sudah mangkrak hampir tiga minggu.
“Sudah hampir tiga minggu tak dikerjakan kayaknya,” sebutnya.
Jika cuaca panas, jalanan berdebu dan macet. Hal inidan sangat dikeluhkan para pedagang disekitar.
“Kami harus teriak-teriak dahulu, baru disiramnya,” kata Heri.
Heri menilai memang kontraktor ini memang tidak ada target kerja. Betapa tidak, belum selesai pekerjaan di sini mereka pindah ke bagian jalan yang lain.
“Orang ini tak ada target. Entah apa kerjanya. Belum siap di sini sudah pindah kesana. Ini jadi terbengkalai,” sebutnya.
Selain mengeluhkan kondisi jalan, Heri mengatakan rata-rata omzet pedagang turun hampir 90 persen. Melihat kondisi saat ini, warga sekitar merasa tidak ada perhatian dari pemerintah dan wakil rakyat daerah disini.
“Kami tak tahu mengadu kemana lagi. Aksi-aksi yang sudah dibuat masyarakat memprotes proyek ini nampaknya tak ada tanggapan dan perhatian. Pemerintah dan wakil rakyat sama saja,” ujarnya.