Ilustrasi nyamuk Aedes Aegyti. Foto: Getty Images.
RIAU1.COM -Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekkanbaru, Riau, tercatat memiliki penderita tertinggi dari Januari hingga Maret 2019. Jumlah penderita DBD di kecamatan ini mencapai 121 orang.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Rabu (20/3/2019), mengatakan, Dinas Kesehatan (Diskes), jajaran puskesmas, para camat, para lurah, dan para ketua RW dan RT diminta berperan aktif mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan. Penyakit DBD ini berasal dari nyamuk Aedes Aegyti yang mudah bersarang di kediaman penduduk.
"Saat ini musim tidak menentu. Daerah tropis seperti di Indonesia memang sudah menjadi langganan penyakit mematikan itu," ujarnya.
Makanya, warga Kota Pekanbaru diajak menjaga lingkungan. Karena, masalah DBD ini berkaitan langsung dengan lingkungan tempat tinggal.
"Jangan ada air tergenang di dalam rumah, terlebih di kamar mandi. Rumah yang memakai bak mandi agar sering dibersihkan," saran Firdaus.
Mengenai pengasapan (fogging), hal itu tidak bisa terlalu diandalkan. Pasalnya, saran dari kementerian, fogging dilakukan dengan kriteria tertentu.
Kesempatan berbeda, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi mengatakan, DBD merupakan yang tertinggi untuk penyakit menular di Pekanbaru. Penyakit DBD muncul saat kondisi cuaca ekstrim.
"Kami mengajak masyarakat memberantas jentik-jentik nyamuk dengan 3M plus," ucapnya.
3M Plus itu terdiri dari, menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur.
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Pekanbaru pada 2019 ini hingga pekan ke-11 terdapat 21 kasus DBD di Kecamatan Sukajadi, 17 kasus di Kecamatab Payung Sekaki, 14 kasus di Kecamatan Marpoyan Damai, 13 kasus di Kecamatan Tampan, 10 kasus di Kecamatan Tenayan Raya, 7 kasus di Kecamatan Senapelan, 7 kasus di Kecamatan Rumbai, 7 kasus di Kecamatan Lima Puluh, 7 kasus di Kecamatan Sail, 6 kasus di Kecamatan Rumbai Pesisir, 6 kasus di Kecamatan Bukit Raya, dan 3 kasus di Kecamatan Pekanbaru Kota. Total, 117 kasus DBD hingga pekan ke sebelas di tahun ini.