Beban Biaya Pendidikan Jadi Salah Satu Penyebab Inflasi 2026

3 Agustus 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Biaya pendidikan turut memberikan tekanan terhadap inflasi Indonesia pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,88% secara tahunan. Kelompok pendidikan mengalami kenaikan 1% secara tahunan dan memberikan andil 0,06% terhadap inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks kelompok pendidikan meningkat dari 105,89 pada Juli 2025 menjadi 106,95 pada Juli 2026. Dari empat subkelompok pendidikan, tiga mengalami inflasi dan satu lainnya mengalami deflasi.

"Inflasi tahunan tertinggi terjadi pada subkelompok pendidikan lainnya sebesar 3,01%. Sementara itu, subkelompok pendidikan tinggi mencatat inflasi 1,69%," ungkap BPS dalam keterangannya, Senin (3/8/2026) yang dimuat Beritasatu.com.

Adapun subkelompok pendidikan menengah mengalami deflasi 1,58% secara tahunan. Penurunan tersebut turut menahan tekanan inflasi dari kelompok pendidikan.

Berdasarkan komoditas, uang kuliah akademi/perguruan tinggi (PT) menjadi penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok pendidikan dengan andil 0,04%. Sebaliknya, uang sekolah SMA memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,03%.

Secara bulanan, kelompok pendidikan memberikan andil inflasi 0,03% pada Juli 2026. Tekanan tersebut terutama berasal dari kenaikan biaya uang sekolah SD, taman kanak-kanak, dan bimbingan belajar yang masing-masing memberikan andil 0,01%.

Sementara itu, inflasi inti pada Juli 2026 mencapai 2,76% secara tahunan, dengan inflasi bulanan 0,14% dan inflasi sepanjang tahun berjalan sebesar 1,75%.

Berdasarkan pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026. Secara bulanan, Indonesia mengalami deflasi 0,14%, sedangkan inflasi sepanjang tahun berjalan mencapai 1,65%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan harga terbesar dengan inflasi tahunan 9,04%. Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami inflasi 5,12%, makanan, minuman, dan tembakau 2,97%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,55%.

Kelompok kesehatan mencatat inflasi 1,96%, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,72%, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,58%, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,50%.

Adapun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 1,04%, pendidikan 1%, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,99%.*