Foto: internet
Riau1.com - Selama ini lazim bahwa pria kencing sambil berdiri. Namun, kencing sambil duduk banyak dilakukan pria karena dianggap lebih menyehatkan, baik untuk proses berkemih sampai peningkatan kualitas seksual. Bagaimana ahli urologi menanggapi ini?
Salah satu dokter spesialis urologi dari FKUl-RSCM, dr. Harrina E Rahardjo, SpU (K) PhD, mengatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kencing duduk atau berdiri bagi pria sehat.
"Untuk pria sehat, posisi berdiri atau duduk tidak berbeda dalam hal kuatnya pancaran urin atau sisa urin dikandung kemih," kata dr Harrina, seperti dilansir Instagram @tanya_dokter, 7 Agustus 2018.
Hal ini didasarkan pada sejumlah studi, di antaranya artikel meta analisis 2014 berjudul "Urinating Standing versus Sitting: Position ls of Infiuence in Men with Prostate Enlargement", yang dipublikan dalam Jurnal Plos One.
Sama seperti kesimpulan studi tersebut, Dr Harrina menyebutkan bahwa manfaat dari kencing duduk pada pria bisa lebih dirasakan oleh mereka yang mengidap Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau infeksi saluran kemih.
"Pada kasus-kasus ini, bak duduk atau jongkok tampaknya Iebih membantu pancaran kencing karena terbantu dengan tekanan otot-otot perut saat duduk atau jongkok," terangnya.