Kebakaran Kelenteng di Karimun
RIAU1.COM - Penyebab kebakaran yang melanda Kelenteng To Pek Kong Hai Su di Jalan Pertambangan, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Senin (2/3) pagi, hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yakni seorang ibu dan dua anak balitanya yang terjebak di lantai dua bangunan ruko yang bagian bawahnya difungsikan sebagai kelenteng.
Kapolsek Kota Tanjungbalai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan pihaknya masih mendalami sumber api dan menunggu kepulangan suami korban untuk proses penyelidikan lanjutan.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami juga menunggu kepulangan suami korban yang bekerja di Sulawesi. Kabar duka sudah disampaikan dan saat ini dalam perjalanan pulang,” ujar Andri, Selasa (3/3). yang dimuat Batampos.
Ia menjelaskan, untuk penyelidikan lebih mendalam, polisi akan berkoordinasi dengan keluarga korban, termasuk rencana mendatangkan tim forensik guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Dalam peristiwa tersebut, tiga korban yang meninggal dunia masing-masing berinisial AEA (3), SVA (2), dan ibunya Felni (31). Ketiganya terjebak di lantai dua ruko, sementara seluruh jendela diketahui terpasang terali besi atau pengaman.
Saat proses evakuasi, petugas pemadam kebakaran menemukan dua balita bersama ibunya di dalam satu kamar. Ketiganya sempat dibawa keluar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun setibanya di RSUD Muhammad Sani, petugas kesehatan menyatakan dua balita dan ibunya telah meninggal dunia. Korban diduga mengalami luka bakar dan menghirup asap dalam jumlah banyak.
Hingga kini, garis polisi masih terpasang di pintu depan kelenteng untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.*