Investasi di Kota Batam Besar, Tetapi Penyerapan Tenaga Kerja Sedikit

3 Agustus 2026
Kawasan Industri di Kota Batam/Net

Kawasan Industri di Kota Batam/Net

RIAU1.COM - Arus investasi yang terus mengalir ke Batam menjadi kabar menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik besarnya nilai investasi, muncul tantangan baru. 

Masuknya industri berbasis teknologi seperti data center ternyata tidak otomatis membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar sebagaimana industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Batam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan karakter investasi yang masuk ke Batam mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi industri padat karya, kini semakin banyak investasi yang bersifat padat modal dan mengandalkan teknologi tinggi.

“Sekarang memang banyak investasi padat modal seperti data center. Investasinya besar, tetapi penyerapan tenaga kerjanya tidak begitu banyak,” kata Diky, Ahad (2/8) yang dimuat Batampos.

Menurut dia, satu proyek data center bernilai investasi besar umumnya hanya membutuhkan sekitar 200 hingga 300 pekerja ketika mulai beroperasi. Kondisi itu berbeda dengan industri manufaktur yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Karena itu, pemerintah menilai strategi menarik investasi ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada besarnya nilai modal yang masuk. Pengembangan industri padat karya tetap perlu didorong agar pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Kalau padat karya, nanti yang manufaktur, pengolahan elektronik itu mungkin diperbanyak kembali untuk penerimaan kerja-kerja lokal,” ujarnya.*