14 Tersangka Pembakar Lahan dibekuk, Hotspot di Riau Justru Kian 'Memanas' Jelang Asian Games 2018
Upaya pemadaman Karhutla oleh Satgas di Riau
Riau1.com -Upaya penegakkan hukum terhadap pelaku pembakar lahan di Provinsi Riau tampaknya belum berdampak signifikan. Pasalnya, titik panas (Hotspot) terus meningkat, di mana indikasinya dipicu aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar, sehingga berdampak timbulnya titik panas yang berpotensi menimbulkan kabut asap.
Kabut asap inilah yang menjadi momok mengkhawatirkan, apalagi Agustus 2018 agar digelar Asian Games di Palembang dan Jakarta. Tentunya, jika kabut asap muncul, bakal menganggu perhelatan pesta olah raga tersebut. Tak main-main, Kapolri Jenderal M Tito Karnavian bahkan mengeluarkan intruksi agar Polda menangani masalah itu dengan serius.
Di Provinsi Riau, langkah hukum sudah ditempuh oleh kepolisian dengan meringkus para pelaku pembakar lahan. Tercatat sejak Januari hingga Agustus 2018, sudah 14 orang ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah itu jauh menurun dibanding medio 2015-2016 lalu, yang mencapai ratusan tersangka.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menuturkan, jajarannya bahkan tidak libur dan harus berjibaku di lapangan setiap hari, mulai dari proses pemadaman Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) hingga proses penyelidikan dan penyidikan. Sayangnya, pelaku pembakar lahan terus saja bermunculan.
Ia merincikan, 14 tersangka ini dari perorangan, sementara untuk perusahaan setakat ini dipastikannya belum ada. "Kalau perusahaan belum, semuanya masih perorangan. Ini Alatensi Kapolri kepada Polda Riau terkait antisipasi masalah Karhutla dan harus ditangani serius, termasuk tujuannya mendukung kesuksesan Asian Games," ungkapnya.
Selain langkah penegakkan hukum, Polda Riau dan jajaran Polres juga memaksimalkan sosialisasi, dengan menggalang masyarakat dan memberikan imbauan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, Polsek juga diberikan alat pemadaman untuk operasional di lapangan.
Khusus untuk upaya hukum, tahun 2018 ini Polda Riau dan jajarannya memang tak begitu 'tajam' dalam upaya penindakannya, di mana baru 11 kasus dengan total 14 tersangka. Proses penyidikan ada tiga kasus dan Tahap II sebanyak tujuh kasus, demikian data yang dipaparkan Kombes Sunarto.
Diberitakan sebelumnya, BMKG melalui citra satelit mendeteksi adanya 90 hotspot (titik panas) pada Selasa pagi tadi dengan level confidence (Kepercayaan, red) di atas 50 persen. Sebaran paling banyak terdapat di Kabupaten Rohil, berjumlah 58 hotspot.
Jumlah hotspot tersebut jauh meningkat bila dibanding pada pemantauan sehari sebelumnya, di mana berjumlah 65 titik panas. Bahkan jumlah hotspot yang terpantau pagi tadi, termasuk paling besar sejak Januari-Agustus 2018 ini.