Ilustrasi
RIAU1.COM - Saat nilai Rupiah yang hampir mendekati Rp 15.200 per Dollar Amerika Serikat (AS), pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turut berlanjut pada awal perdagangan hari ini
Melansir Bisnis.com Jumat (5/10/2018) IHSG melemah 0,53% atau 30,24 poin ke level 5.726,37 pada pukul 09.26 WIB, setelah dibuka turun 0,31% atau 18,02 poin di level 5.738,59.
Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.706,40 – 5.739,29. Pada perdagangan Kamis (4/10), IHSG berakhir merosot 1,89% atau 111,12 poin di posisi 5.756,62.
Sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-1,09%), aneka industri (-0,71%), dan industri dasar (-0,69%).
Sebanyak 65 saham menguat, 181 saham melemah, dan 358 saham stagnan dari 604 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,06% dan 1,67% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada pukul 09.26 WIB.
IHSG diprediksi masih akan tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan Rupiah. Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memaparkan, bursa AS melemah dengan Dow Jones mencatat pelemahan terburuk sejak 10 Agustus lalu.
Tertekannya bursa disebabkan oleh kenaikan tajam yield 10 tahun treasury-note ke atas level 3,2%, tertinggi sejak 2011. Sementara itu, data jobless claims, tercatat turun ke 207.000 mendekati titik terendah dalam 49 tahun terakhir.
Di sisi lain, pernyataan gubernur the Fed, Jerome Powell, mengenai potensi kenaikan suku bunga yang lebih banyak di masa depan, menguatkan indeks Dollar AS ke 95,7 sekaligus menekan mata uang Rupiah. Rupiah saat ini melemah hingga mencapai 15.190 terhadap Dollar AS, melemah 12% dari awal tahun 2018.
“IHSG kami perkirakan masih akan tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS. Data cadangan devisa Indonesia menjadi data ekonomi yang ditunggu investor hari ini,” paparnya dalam riset.
Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 lanjut melemah 0,58% atau 2,93 poin ke level 499,57 pada pukul 09.27 WIB, setelah berakhir merosot 2,07% atau 10,64 di posisi 502,50.
Indeks saham lainnya di kawasan Asia Tenggara juga bergerak negatif pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,32%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,40%), dan indeks PSEi Filipina (-0,17%).
Sumber: Bisnis.com