Jokowi Sebut Pelemahan Rupiah Akibat Perang Dagang AS-China dan Krisis Argentina, Turki

5 September 2018
Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Turki Erdogan beberapa waktu silam.

Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Turki Erdogan beberapa waktu silam.

Riau1.com - Rupiah masih terpuruk di Rp 14,925 per Dolar AS, Rabu pagi. Setelah malam tadi sempat tembus Rp 15.100.

Terkait pelemahan Rupiah itu Presiden Jokowi memberikan penjelasan. 

Seperti dikutip Riau1.com dari sindonews.com, Rabu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang masalah pelemahan nilai tukar rupiah, ini juga di alami oleh negara lain. Pengaruh faktor eksternal. 

"Tidak hanya di Indonesia (pelemahan nilai tukar). Ini karena perang dagang antara Amerika Serikat dan China," ujar Jokowi usai melepas mobil ekspor CBU Toyota di IPC Car Terminal, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Tak hanya itu, faktor lain yang menyebabkan pelemahan rupiah menurut Jokowi karena krisis di Argentina dan Turki. "Saya kira yang paling penting kita harus waspada dan hati-hati. Saya akan melakukan peningkatan sektor ekonomi, karena distribusi yang kuat menjadi kunci," tegasnya.

Jokowi menambahkan, ada dua hal yang memungkinkan untuk meredam pelemahan rupiah, yaitu investasi dan meningkatkan ekspor. Hal ini akan mampu meredam transaksi berjalan. "Saya sudah pasang target ke menteri-menteri agar dalam satu tahun ini bisa mengatasi masalah ini," tegasnya.

R1 / Hee