Penghargaan Proklim Utama Berhasil Diraih Desa Tanjung Leban Bengkalis

26 Oktober 2023
Giat Pertamina di Desa Tanjung Leban Bengkalis

Giat Pertamina di Desa Tanjung Leban Bengkalis

RIAU1.COM - Sejumlah program guna adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dijalankan Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis.

Sebab itu, desa tersebut diganjar penghargaan Program Kampung Iklim (PROKLIM) Kategori Utama. Desa Tanjung Leban menjadi satu-satunya desa yang ada di Kabupaten Bengkalis yang mendapatkan penghargaan ini.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri KLHK, Siti Nurbaya, di Gedung Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (24/10/2023), kepada Dusun Bakti, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai, Agustiawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan apresiasinya nyata dari Pemerintah, terutama KLHK, kepada PT KPI Unit Sei. Pakning, kelompok, pemerintah setempat, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam keberhasilan jalannya program di Desa Tanjung Leban,” sebut dia.

Kemudian dia menyebutkan, penghargaan ini buah dari semua upaya dari seluruh stakeholder dalam menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya dalam pengurangan emisi gas rumah kaca melalui aktivitas ramah lingkungan.

"Keterlibatan nyata PT KPI Unit Sei. Pakning dalam PROKLIM ini antara lain peningkatan kapasitas masyarakat dalam melakukan budidaya lebah madu khas hutan gambut yaitu spesies apis cerana, apis dorsata, apis trigona, dan apis mellifera. Kemudian, menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan budaya pemanen madu yang ramah lingkungan sekaligus turut berpartisipasi dalam melestarikan hutan gambut," papar dia.

Secara keseluruhan, penghargaan PROKLIM Kategori Utama diraih berkat program adaptasi yang meliputi pembuatan embung, sekat kanal, pengembangan komoditas pangan berbasis potensi lokal, serta penggunaan energi ramah lingkungan dan terbarukan.*